Can’t stand my mouth AGAin

elephant-mouth.jpg

Mulutmu adalah harimaumu … pernah dengar pepatah itu? Kusangka dulu there’s nothing more than just an idiom, but sekarang kusadari sekali kalo mulut memang sangat berbahaya. Oh iya, sebelum berlete-lete, aku tegaskan dulu bahwa mulut yg aku ceritakan bukan hanya mulut secara fisik yg bisa mengeluarkan gelombang suara ke orang lain dalam rentang panjang gelombang audiosonik, tapi lebih ke mulut hati dan pikiran yg diwujudkan dalam bentuk bahasa lisan dan tulisan serta bahkan perbuatan(tapi yg ini tidak terlalu atau belum menjadi masalah karena selama ini masih bisa dikendalikan). Dan memang dua-duanya ini menjadi sarana komunikasi yg paling ampuh saat ini (terbukti dengan maju pesatnya industri seluler dalam dekade ini).

Kronologis, sore tadi aku ketiduran karena lagi sakit (panas dalam, agak2 demam gara2 keujanan pas ngungsi di Bandung waktu banjir di Jakarta kemarin), bangun2 wah ada 3messages yg blm dibaca di HP, pas baca msg yg pertama, waduh temanku langsung marah2 gara2 salah satu kabar baik mengenai dia aku kasih tahu ke satu orang temanku yg saat ini ada di nagri. Emang sih pas aku dengar kabar baik ini dari dia, dia sempat bikin statement kl jgn dibilang2 dulu ke orang lain karena kabar ini masih belum pasti. Tapi memang susah ya ngejaga amanah, terutama yg berkaitan dengan hal-hal yg baik dan menggembirakan (malahan kalo aib itu lebih gampang, karena kita tahu kalo itu memang hal buruk dan lebih baik tidak diceritakan ke orang lain jadi lebih mudah meng-handle-nya menurutku). Jadinya yah seperti ini.

Kejadian ini juga bukan yang pertama buat aku. Sebelumnya juga pernah beberapa kali mengalami masalah gara-gara mulut ini. Ini aku list dah sebagai pengingat :
1. Pernah ada teman yg mo pindah dari Jkt ke Bdg, trus karena senang (kuanggap ini adalah hal baik bagi orang2 yg ada di Bandung karena bisa bertemu lagi dengan temanku yg itu), aku memberi-tahu forum teman-temanku di Bandung kl dia mo pindah. Langsung deh disemprot habis-habisan … Bingung?
2. Ada teman yg minjem duit ke aku, jumlah sih gak seberapa, mungkin karena itu aku cerita2 ke teman-teman yg lain sekalian guyon. Eh ternyata dia gk terima, dan marah2 juga … memang sih kalo ini aku yang salah ketika tahu alasan kenapa dia minjem duit ke aku … tapi yah mo gimana lagi, kusangka minjem2 duit karena emang lg gk ada duit kecil aja or blm sempat ambil duit di ATM. Susahnya …
Yg lain lebih banyak lagi kali kalo di-list (biaya warnet jadi mahal nih hehehehheheheehhe) … tapi yg berbekas banget dan baru terjadi baru-baru ini ya tiga ini.

Jadi inget peribahasa yg dulu pernah dipajang di kelas 3IPA2 waktu SMA (yg sempat kebalik kata-katanya  waktu dibuat oleh temanku … masih ada gak ya di sekolah?) “Berpikir dua kali sebelum bertindak (atau berbicara) sekali”, gitu deh kira-kira perbendaharaan katanya. Tapi kusadari hal ini sering susah aku lakukan ketika dalam keadaan Overjoy, gembira yg terlalu senang, dimana hormon endorfin bekerja secara berlebihan. Apa2 jadinya secara spontan dan i like to be in that way, seperti saat ini, ketika menulis blog ini. Hmmmmm … gimana ya?

Padahal (pembelaan nih…) aku termasuk orang yang berpikir panjang sebelum memulai sesuatu, tipikal analitik perfeksionis melankolis gitu dah, dan bahkan sering jadinya mundur gak jadi melakukan sesuatu karena mikirnya terlalu panjang. Dan aku termasuk orang yang tingkat toleransi-nya tinggi untuk orang2 kebanyakan, istilah tepo seliro-lah kalo dalam P4 (masih ingat dunk … gini2 dulu dijejali abis ma ini doktrin hampir selama tiga tahun lamany pas aku SD) dan peka. Makanya aku mungkin jadi over-PD ya, menganggap bahwa kalo aku kasih tau hal ini maka there’s nothing to worry, tapi ternyata …

Apa harus jadi bisu buat bisa jadi secret keeper?
Apa harus jadi tuli buat bisa nyaman dengan lingkungan yg aku tempati?
Apa harus jadi buta biar bisa lebih peka?
Ignorance is blissed …. meminjam kata-kata RM, Bapak Jathropa
Apa lebih baik kumenjauh, pura2 gak tahu dan memposisikan diri sebagai orang luar, tidak terlalu dekat dengan orang lain agar hubungan tetap terjalin baik?
Memang nothing lebih berarti kali ya dibanding something …
Setiabudi Jakarta
7 Februari 2007 10:21 PM

Tentang guciano

me? just one of the human being that so unperfect, unbalance ... full of error ... but dream to be loved by entire humankind ...
Pos ini dipublikasikan di emotion sickness. Tandai permalink.

4 Balasan ke Can’t stand my mouth AGAin

  1. upieksanupiek berkata:

    emg jan…emg begitu lah adanya…mulut seringkali jadi senjata makan tuan…

  2. guci berkata:

    terima kasih mbak upiek …
    tulisan ini waktu itu juga kubuat setelah menyesali apa yg mulut ini telah ucapkan …
    hiks … hiks … hiks …

    tapi tetep aja … sering out of control

  3. Helmee of da 11th berkata:

    hahahaha…dari hasil psikotes di kantor kemarin salah satu kelemahan ane :
    Talk with SARCASTIC and barbed tone….jadi ente ama ane kayaknya punya masalah yang sama tapi sedikit beda, kalo lo emang ember ( maaf-red ) tapi ane si cuman ngomong terlalu apa adanya, tapi yang jelas semuanya tetep menyakitkan….hehehhe

  4. guciano berkata:

    hahaha … kalo lo bukan ember lagi kali ya tapi baskom Mi hehehe ….

    harusnya sih mulut kita ini bisa jadi senjata lho … asal dipergunakan dengan tepat.
    makanya bulan puasa ini melatih kita juga … kapan harus ngomong dan kapan diem …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s